Tampilkan postingan dengan label Catatan Papa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Papa. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 September 2017

(Resensi Buku) Eternal Forseti, Novel Yang Cukup Lama Dinanti





Judul buku : Eternal Forseti
Jenis : novel metropop
Penulis : Lizz
Editor : Erri S.
Cover : Domels
Layout : Rheinara Yuki
Penerbit : Jentera Pustaka (Mata Pena Group)
ISBN : 978-602-1249-58-1
Jumlah halaman : 348
Tahun terbit : 2017 (Agustus)

Kamis, 22 Juni 2017

Susahnya "Mengusir" Emak




Emak atau Mak Tutun adalah ART kami yg sudah ikut Nyonya sejak jaman purba. Ketika Nyonya & Nduk pindah ikut saya otomatis Emak ikut juga. Loyalitasnya jangan ditanya. Apalagi rasa sayangnya pada Nduk. Ndak perlu diragukan lagi.

Menyuruh Emak libur itu suliit sekali. Ia memang ndak punya keluarga inti (anak & suami). Yg ada hanya keponakan2nya. Tapi ia lebih sayang sama Nduk daripada sama keponakan2nya. Itu pernah diakuinya sendiri. Ndak sayang bagaimana wong Nduk sudah diurusnya sejak bayi merah.

Kamis, 15 Juni 2017

Pelangimu, Pelangiku



Telah tiba suatu masa
Saat kulepas kau terbang tinggi
Mengepakkan sayapmu yang mengembang bebas
Untuk meraih pelangi
Yang pernah kujanjikan
Buatmu seorang

Senin, 12 Juni 2017

Tinutuan dan "Anak Durhaka"



Kemarin sepulang misa Minggu pagi saya mendapat kiriman tinutuan (bubur Manado) dari mba Tien. Beliau inilah yg jadi rekan nyonya mendirikan usaha katering. Kebetulan saya memang lagi lapar berat karena saya agak terlambat bangun (gegara semalaman skypean dengan nyonya & nduk). Jadi saya berangkat ke gereja tanpa sarapan dulu (cuma sempat mengunyah roti tawar gandum kosongan selembar buat "bungkus" obat yg harus saya telan). Makanya begitu bubaran misa saya langsung pulang & ketemu dengan tinutuan yg hau jek sen cing ping.

Sabtu, 22 April 2017

Ketika Perjuangan Berbuah Manis



Setelah membaca sebuah artikel di blog tetangga yang sedang girang hati karena novelnya hendak terbit, saya jadi tergelitik untuk menuliskan catatan ini. Saya ndak akan terlalu menyoroti hasil karyanya karena soal selera adalah bersifat subjektif. Buat saya pribadi, mengagumkan, karena selalu ada sesuatu yang bisa saya tangkap dari karyanya. Ada energi, semangat, kecintaan pada dunia literasi, disiplin, hiburan & "isi". Yang ia tulis sama sama sekali bukan cerita yang hanya menghibur tapi kosong, tapi juga ada berbagai pesan tentang kehidupan di dalamnya. Itu di mata saya.

Kamis, 09 Maret 2017

Darmoatmojo, Sebuah Janji



"Kok sekarang kamu pakai nama lain sih?"
"Kok namamu berubah ada Darmoatmojo nya?"

Kamis, 02 Maret 2017

Om.. Aku Ditembak



Jelang sore kemarin sepulang sekolah Thea nongol di kamar saya. Sebenarnya bukan hal yg aneh karena selama saya bedrest di rumah ia juga bolak-balik nengok ke kamar saya. Menawari minum, menanyakan apa saya perlu sesuatu, dsb. Tapi kali ini jadi ndak biasa karena ekspresinya antara iya & ndak. Antara mau ngomong & ndak. Bahkan cenderung agak ngeblank. Ia masih ngeles ketika saya desak. Belok ke sana-sini, tanya apa saya baik2 saja, masih sakit atau ndak, dsb. Sampai akhirnya ia bicara juga. Seperti judul di atas.


Minggu, 19 Februari 2017

Gerbong Yang Salah



Analogi gerbong yang salah ini saya dapatkan dari almarhum adik saya. Semasa ia hidup saya ndak selalu ada di dekatnya. Tapi ada saat-saat tertentu kami punya waktu untuk bertemu & mengobrol banyak.

Ada kalanya kehidupan berjalan ndak sesuai dengan yang kita harapkan. Mau jalan one way ke kota A, naik kereta X. Ndak tahunya malah kejebur ke gerbong yang salah, naik kereta Y ke kota B. Ndak bisa balik & harus dijalani. Analogi ini ia pahami ketika sudah berada dalam fase menerima kenyataan bahwa ia mengidap kanker. Ternyata di kemudian hari saya pun mengalami hal yang sama.

Jumat, 10 Februari 2017

Menunggu



Menghitung tahun
Membuatku gamang
Hanya ingin menahanmu di dekatku

Menghitung musim
Berharap waktu berbaik hati
Hingga aku masih bisa menatap cahaya matamu

Kamis, 19 Januari 2017

Great Brother Ever



Tahun lalu pada sekitaran tanggal yang sama dengan hari ini, saya menulis tentang adik-adik saya. Dan sekarang, saya mencoba untuk menuliskan tentang abang saya. Sulit, karena besarnya rasa segan saya padanya. Jadi saya ndak biasa membully dia hehe.. Tapi hari ini adalah hari ulang tahunnya. Jadi kepalang tanggung, saya akan tetap mencobanya.

Jumat, 02 Desember 2016

A (Totally) Silly Reason



Awal bulan lalu saya sudah berencana untuk menghadiahi istri tercinta tiket konser Air Supply. Hanya hadiah, bukan kejutan. Sekalian buat menghibur diri. Jadi saya tawari dulu apakah ia mau. Wooh tentu saja ia langsung mantuk-mantuk. Tapi karena kesibukan saya (persiapan mau berangkat dinas ke luar) niat itu jadi terkesampingkan. Baru ingat setelah nyonya tanya beberapa hari kemudian, “Tiket konsernya sudah dibeli belum? Keburu habis loh!”

Jumat, 09 September 2016

Without Her




Rumah ini jadi sedikit lebih sepi tanpanya. Ada begitu banyak celoteh yang lain tapi tetap saja terdengar lebih hening. Untuk sementara waktu tak ada gurauan bertiga. Saat berhimpitan dengan sengaja untuk menjemput malam dan mimpi. Di atas ranjang besar di kamar utama.

Dan anjing itu. Yang dengan semena-mena ia ganti namanya. Dari Arnold menjadi Ciprut. Sering termenung di sudut teras belakang. Mungkin merindukannya juga. Aku hanya bisa mengira-ngira.  Berdasarkan apa yang tengah kurasakan.

Rabu, 27 Juli 2016

Welcome Back Riyah!




Kemarin sore saya sempat bengong ketika Domi (si ganteng keponakan saya) tiba-tiba menyeletuk, "Om si Riyah mau balik tuh!" Saya ndak mudeng ia ngomong apa. Melihat saya ngowoh Domi lantas tertawa & menjelaskan maksudnya.

Jadi begini..

Rabu, 20 Juli 2016

Obrolan Al-El(le)-Dul (Bukan Artis)




Catatan : artikel ini sama sekali tidak bermaksud mendompleng popularitas artis bernama sama, tapi memang murni seperti itu nama yang tertera di phonebook & akun Whatsapp saya 😀


Kemarin sore kami bertiga ngobrol seru via grup WA. Sebetulnya grup yang kami bentuk ini terdiri dari 7 orang. 3 pasang suami-istri plus abang saya. Tapi kemarin itu yang berisik cuma kami bertiga. Yang lain kelihatannya ngumpet dengan sengaja hehe..

Senin, 18 Juli 2016

Hari Pertama Masuk Sekolah (Sebuah Kenangan)



Hari ini adalah hari pertama anak-anak masuk sekolah lagi setelah libur panjang. Kedua keponakan saya masuk kelas 1 SMA (kelas 10) hari ini. Setelah 11 tahun bersekolah di tempat yang sama sejak TK, mulai jenjang baru ini keduanya memutuskan untuk berpisah sekolah. "Bosen lihat dia lagi dia lagi." Begitu keduanya beralasan sambil nyengir.

Minggu, 17 Juli 2016

Sawang Sinawang (Hijaunya Rumput Tetangga)




Kemarin siang saya baru keluar dari RS setelah hampir 3 minggu penuh terpenjara di sana. Sampai di rumah saya puas-puaskan tidur, padahal kerjaan saya selama di RS ya tidur juga. Tapi entah, rasanya tidur di RS sama rumah jelas lain. Enakan di rumah.

Akibatnya semalaman suntuk saya kancilen. Ndak bisa merem. Ndak berasa ngantuk. Mamanya Nduk sudah pulas tapi saya masih dlongap-dlongop ndak ada yang bisa diajak ngobrol. Hampir jam 11 malam saya cek Whatsapp. Siapa tahu ada yang bisa disapa. Ndak taunya abang saya masih online. Ya sudah akhirnya dia yang jadi korban kancilennya saya. Ndak puas cuma ketak-ketuk ngobrol via Whatsapp, akhirnya Mas memutuskan untuk turun. Iya turun, lah wong ia memang lagi nginep di rumah saya. Bubuk di kamar atas bersama si kembar.

Selasa, 12 Juli 2016

Volatile




Berbalik
Menengok jajaran tapak kaki
Sudah terlalu panjang untuk dihentikan
Sudah terlalu jauh untuk menyerah
Sudah terlalu banyak untuk diabaikan
Tak hanya satu
Tapi tiga pasang
Sebelah menyebelah
Berdekatan
Berdampingan

Jumat, 17 Juni 2016

Umur Ndak Bisa Bohong



Ketika 3 tahun lalu mata saya mulai pedes kalau baca lama-lama, plus pusing & buramnya ndak ketulungan, yang ketawa paling keras adalah Mamanya Nduk. "Mosok kalah sama aku?" Begitu katanya. OK saya menyerah. Periksa ke dokter spesialis mata. Hasilnya sudah jelas. Saya harus pakai kacamata plus.

Senin, 16 Mei 2016

Firasat Salah Alamat



Sekitar 2 minggu yang lalu saya amati keponakan saya yang cowo terlihat lain daripada biasanya. Ia yang biasanya tenang & kalem jadi kelihatan gelisah. Seperti ada hal berat yang ia pikirkan. Tapi ditanyai juga jawabnya “ndak ada apa-apa”. Jujur saya cukup khawatir karena sudah mendekati waktu UN (SMP). Akhirnya saya ajak dia untuk ngobrol secara pribadi.

Cukup sulit saya mengorek keterangan darinya, sampai akhirnya saya harus mengeluarkan “jurus rahasia”. Barulah setelah itu ia mau curhat.

Kamis, 28 April 2016

12 Tahun Bersama, Sebuah Catatan Yang Terlambat



Pagi ini saya mendapat kabar yang cukup menggembirakan dari adik saya. Ia memberitahu bahwa tulisan saya menjadi salah 1 yang dipilih untuk jadi pemenang dalam Event My Diary di Kompasiana. Ketika saya cek ternyata benar, ada di pengumuman resminya.

Ada sedikit cerita di balik penulisan "My Diary" itu.