Tampilkan postingan dengan label Fiksi Putri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fiksi Putri. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 Desember 2015

Ilalang Kecil



Sebatang ilalang kecil
Tumbuh di tengah semak berry
Buah-buah berry kadang meranum
Buah-buah berry kadang layu diterpa angin kering
Buah-buah berry kadang mengkilap segar diguyur embun

Senin, 03 Agustus 2015

Evaporated



Intipan surya dari sela dedaunan meranggas
Menerangi setiap tawa yang memenuhi udara jelang senja

Rabu, 10 Juni 2015

Reward





Aku sudah berusaha
Sudah mendapat hasilnya
Memenangkan tiap perjuangan & pertempuran itu
Kau bilang aku harus menikmatinya
Kerja kerasku
Seluruh tenagaku
Setiap butir keringat yang menetes keluar
Waktuku seolah terbuang
Walaupun sebetulnya tidak
Dan semuanya sudah lebih dari cukup
Buatku
Buat hidupku
Buat jiwaku

Selasa, 14 April 2015

Alfabeta Untukmu



Aku membuka tirai dan jendela
Menatap ke seberang dari sela kisi pagar
Dan aku menemukan senyummu di sana
Terbingkai jendela kamarmu
Seolah mencerahkan langit yang diintip mentari malu-malu


Kamis, 02 April 2015

Surrender



Sepotong hati berdiri di sudut hening. Mencoba mendengarkan bisikan tiap sisi dinding. Yang ada hanya desau angin menggelinding. Berkelebat bayang ranting kering. Lalu ia mencoba melihat dari jendela yang terpasung jeruji geming.


Senin, 23 Maret 2015

Selamat Bekerja Lagi!



Senyummu cerah pagi ini
Sehangat cahaya mentari
Dengan wajah segar berseri
Memakai celana hitam dan kemeja merah hati
Cocok dengan sosokmu yang tak putih tapi semanis gulali

Jumat, 13 Maret 2015

Is He You?



Menatapku dengan mata berbintang
Terkadang menyembunyikan kekhawatiran
Pada setiap letihku
Dan uluran tanganmu menghangatkan
Membuatku bisa menarik napas lebih lega
Mencoba untuk tersenyum lagi
Walau ditengah awan gelap


Rabu, 11 Maret 2015

If Only



Seandainya aku bisa berada di dua tempat pada saat yang bersamaan
Aku ingin berada di sini dan di sana
Di sini untuk memenuhi kewajibanku
Di sana untuk menemanimu melampaui segala rasa nyeri

Rabu, 04 Maret 2015

Kapan Kau Akan Datang?



Terkadang aku lelah menunggumu datang mengguratkan selendang tipis 7 warna di langit. Coba kau hadir sejenak saja. Sekedar mengintip hasratku untuk menatapmu walau sekilas waktu. Selepas badai selepas hujan kau biasanya datang. Walau sering juga tidak. Tergantung keinginan sinar mentari dan tetes lembut sisa kabut di angkasa.

Pa....... Aku Rindu



Hampir empat malam aku tak bersamamu

Lebih pendek daripada waktu yang pernah berlalu

Tapi entah kenapa muncul dan menguat rasa itu