Kamis, 26 Maret 2015

Kelam



Ke mana harus kusibak tanya mengapa?
Ketika kau jatuh bukannya aku
Ketika kau tenggelam dalam pejam mata
Dan berat helaan nafasmu
Ke mana harus kucari suaramu?
Aku lalai menjagamu
Sangat
Hanya bisa menatap diammu yang menyiksaku
Buka matamu Nak
Buka matamu
Panggil aku kapanpun maka aku akan memelukmu
Tak akan kulepas lagi
Ambil udara yang ada di sekitarmu
Bangunlah Nak
Panggil aku
Jangan hanya membisu
Kujanjikan memberimu pelangi
Akan kucari hingga akhir nafas dan detikku
Semua untukmu
Untuk senyummu
Bangun Nak
Berikan senyum itu untukku

Selasa, 24 Maret 2015

Marriage Is Not A Game



Catatan Chris :

Artikel ini ditulis putri saya tertanggal sekitar 2 mingguan yang lalu (6 Maret). Entah kenapa masih nangkring di blog ini hanya sebagai draft dan belum diterbitkan. Setelah saya baca isinya, keseluruhannya cukup bagus dan layak untuk menghiasi blog ini. Jadi.. saya published saja tanpa seijin penulisnya. Semoga tidak membawa masalah.

Senin, 23 Maret 2015

Selamat Bekerja Lagi!



Senyummu cerah pagi ini
Sehangat cahaya mentari
Dengan wajah segar berseri
Memakai celana hitam dan kemeja merah hati
Cocok dengan sosokmu yang tak putih tapi semanis gulali

Minggu, 22 Maret 2015

Pesan Cinta Buat Mama

Pesan Cinta Buat Mama


Ma..
Kami tak pandai merangkai masa
Kami tak pandai mengungkap cinta
Hanya bisa mencoba mengukir aksara
Dan memohon setiap berkat untuk Mama

Jumat, 20 Maret 2015

Bisakah Kembali Seperti Semula?



Kertas putih yang sudah tercoret-moret tidak keruan susah untuk kembali lagi menjadi putih bersih seperti semula. Walau mencoretnya dengan pensil sekalipun masih akan ada bekas-bekas garis samar yang tersisa ketika coretan itu dihapus. Apalagi bila mencoretnya menggunakan tinta, spidol, cat yang dominan berwarna gelap. Demikian pula dengan putri saya. Ketika kecil selama beberapa tahun mengalami verbal & physical abuse dari mamanya. Benar-benar masa gelap yang susah untuk dihapuskan dari kertas putih kehidupannya.

Kamis, 19 Maret 2015

Memandang “Rival”



Semalam saya ngobrol dengan Simboke. Mumpung ndak ada yang ganggu, Ndhuk Ayu lagi terdampar di kamar kostnya. Ngalor-ngidul ndak keruan sampai akhirnya menyentuh soal perasaan secured & unsecured. Saya tentunya masih belum melupakan wajah masemnya ketika seseorang datang bersama keluarganya menjenguk saya ketika masih opname beberapa hari lalu.

Selasa, 17 Maret 2015

Recovery



Sebaik-baiknya fasilitas di RS tentu tempat paling nyaman adalah di rumah sendiri. Dan hal yang paling menyebalkan setelah opname adalah masih harus tinggal di rumah selama beberapa hari sebelum boleh bekerja lagi. Padahal “work hard” is my middle name (nggaya yoben) dan recovery di rumah adalah gegulingan tanpa guna.


Minggu, 15 Maret 2015

Senyum Yang Bikin Hati Goyah



Kemaren gw dapet bbm sompelak dari "Kakak" gw. Gw nulisnya "Kakak" pake tanda kutip soalnya sebenernya dia ini istrinya Om gw sih cuma umurnya gak gitu beda jauh dari gw. Mo tau gak isi bbmnya apaan? Ni gw kutip ni:

Sabtu, 14 Maret 2015

A Little Piece Of My Feeling



Apa yang gw rasain beberapa hari ini keknya bisa jadi pernah dirasain orang2 yang ada dalam posisi gw. Takut kehilangan orang yang paling disayang.

Bukan sekali dua kali gw kudu liat & ngadepin Papa gw sakit. Opname, ICU, operasi smua udah pernah mampir dalam kehidupan Papa gw. Bukan sekali dua kali juga. Tiap kali kejadian kek gitu perasaan gw selalu gak keruan. Tapi selama ini selalu ada keyakinan dihati gw kalo Papa gw pasti kembali & tetep ada sama gw.


Jumat, 13 Maret 2015

Is He You?



Menatapku dengan mata berbintang
Terkadang menyembunyikan kekhawatiran
Pada setiap letihku
Dan uluran tanganmu menghangatkan
Membuatku bisa menarik napas lebih lega
Mencoba untuk tersenyum lagi
Walau ditengah awan gelap