Sabtu, 28 Mei 2016

Distorsi




Kau menangis

"Kangen Papa," bisikmu

Senin, 16 Mei 2016

Firasat Salah Alamat



Sekitar 2 minggu yang lalu saya amati keponakan saya yang cowo terlihat lain daripada biasanya. Ia yang biasanya tenang & kalem jadi kelihatan gelisah. Seperti ada hal berat yang ia pikirkan. Tapi ditanyai juga jawabnya “ndak ada apa-apa”. Jujur saya cukup khawatir karena sudah mendekati waktu UN (SMP). Akhirnya saya ajak dia untuk ngobrol secara pribadi.

Cukup sulit saya mengorek keterangan darinya, sampai akhirnya saya harus mengeluarkan “jurus rahasia”. Barulah setelah itu ia mau curhat.

Kamis, 28 April 2016

12 Tahun Bersama, Sebuah Catatan Yang Terlambat



Pagi ini saya mendapat kabar yang cukup menggembirakan dari adik saya. Ia memberitahu bahwa tulisan saya menjadi salah 1 yang dipilih untuk jadi pemenang dalam Event My Diary di Kompasiana. Ketika saya cek ternyata benar, ada di pengumuman resminya.

Ada sedikit cerita di balik penulisan "My Diary" itu.


Kamis, 31 Maret 2016

(T'sC) Everyday is My Birthday



Umurku masuk angka setengah abad di hari Selasa minggu lalu. Tepat ketika suamiku boleh  pulang dari RS setelah (lagi-lagi) opname beberapa hari. Tentunya aku senang sekali. Berasa mendapat hadiah ulang tahun paling indah. Nda hanya sampai situ. Ternyata ketika sampai rumah sudah ada kiriman tumpeng lengkap dari mba Tien. Benar-benar kejutan yang menyenangkan! Belakangan aku tahu tumpeng itu pesanan suami & putriku.

Kamis, 17 Maret 2016

Keping


Airmatamu Pa
Mengiris hatiku
Mencincangnya jadi keping-keping tanpa bentuk
Bagi rasa sakitmu padaku Pa
Supaya tak tertanggung sendiri
Aku di sini Pa
Tak kemana mana
Ambil napasku
Ambil darahku
Ambil hidupku
Asal senyum Papa bisa kembali lagi

(Put.Right beside you Pa)

Sabtu, 12 Maret 2016

(FF) Pesta




Tepat seperti inilah pesta pernikahan yang dulu pernah kuangankan bersama Rina. Hal itu bahkan sudah terbayang saat kami belum menikah. Pesta pernikahan anak kami kelak. Pesta dengan nuansa adat Jawa.

Rina pasti akan terlihat cantik sekali bila memakai kebaya brokat berwarna cerah. Secerah wajah yang selalu ditampilkannya. Sedangkan aku akan memakai beskap hitam dan blangkon. Lalu kami berdua akan memakai jarit bermotif sama, yaitu Truntum Garuda.
 

Sabtu, 05 Maret 2016

Efek Geledek Martabak Kumplit



Critanya tanggal muda ni ye kemaren hari Kamis cowo gw pulang kerja dateng setor muka ke rumah. Bawa tentengan kanan kiri. Pas udah ditaro di meja makan udah kecium ni ada martabak telor, ada martabak manis. Pas itu kita lagi udah mo slese makan. Tapi gak ada critanya di rumah ada martabak cuma dianggurin doang. Pasti laku la...........

Abis makan Mama berangkat lat koor. Gw jg kluar ngobrol di teras sm cowo gw. Bawa martabak telor sekotak, martabak manis sekotak. Di dalem masih banyak martabaknya. Yawdah gw asek ngerumpi sm cowo gw. Pas gw ambil aer minum tambahan gw liat Papa gi asek selonjoran di sofa bari nonton tivi. Si kembar ada di situ juga gelindingan di karpet bbman (keknya bbman sm Papanya).

Rabu, 24 Februari 2016

(T'sC) Ikhlas



Ikhlas adalah sebuah kata sederhana yang terdiri dari 6 huruf saja dengan 2 suku kata. Menurut KBBI ikhlas artinya bersih hati; tulus hati. Mungkin maknanya bisa sedikit lebih diluaskan lagi menjadi “tak megharap balasan” atau “tanpa pamrih”.

Adanya kata ikhlas seolah dapat menggugurkan idiom “tak ada makan siang gratis di dunia ini”. Tapi benarkah sesederhana itu? Ternyata sama sekali tidak.

Jumat, 19 Februari 2016

Selamat Ulang Tahun Nduk Ayuku



Nduk Ayu kesayanganku..

Papa ndak punya apa2 untuk hadiah ulang tahunmu. Ndak ada tiket Michael Buble lagi karena memang ia lagi ndak nonggo ke sini. Ndak ada perhiasan berharga karena kamu memang ndak suka (irit men toh Nduk?). Ndak ada kunci mobil baru karena kamu memang ndak mau (kalau mau gantungan kuncinya nanti papa belikan selusin). Ndak ada tiket liburan ke luar negeri karena kamu menolaknya (buang-buang duit katamu). Ndak ada puisi karena papa lagi ndak mood. Ndak ada nyanyian ngaco karena papa sekarang selalu ngos2an kalau disuruh nyanyi.

Rabu, 17 Februari 2016

(T'sC) Me, Now, An "IRT"



Sebelum-sebelumnya aku nda pernah membayangkan bahwa diriku akan menjalani peran sebagai ibu rumah tangga sepenuhnya. Bukan karena aku nda mau menjadi IRT atau merendahkan peran itu. Sama sekali bukan. Tapi karena selama ini aku menjadi perempuan yang bekerja karena (yang pertama) mengamalkan ilmu dan (yang kedua) tuntutan hidup.

Aku cukup menyukai pekerjaanku sebagai seorang pengajar. Ketika aku harus menjadi single parent (karena berpisah dengan suamiku) maka pekerjaan itulah yang menjadi gantunganku untuk menghidupi putri tunggalku. Apalagi saat mantan suamiku meninggal dan aku benar-benar single parent secara finansial.