Sebelum-sebelumnya ini aku kurang punya waktu buat membaca padahal itu
salah satu hobi lamaku. Sibuk urusan usaha dan urusan rumah juga. Sudah ada
asisten tapi tetap sok sibuk. Hingga beberapa waktu ini akhirnya aku mengharuskan diriku sendiri untuk lebih banyak berada di rumah dan mempercayakan lebih banyak urusan usaha
pada partnerku.
Senin, 16 November 2015
Terhanyut RUANG KETIGA (Sebuah Catatan Pertiwi)
Kategori:
Tiwi's Corner
Putri & Papa, bertemu & bersatu dgn bnyk alasan, bergandeng tangan menembus badai, bersama mencari sinar mentari & pelangi
Kamis, 12 November 2015
FF - Dua Lelaki
“Bisakah aku menitipkan ia padamu?”
“Saya .. ..”
“Kau mencintainya?”
Kategori:
Fiksi Papa
Putri & Papa, bertemu & bersatu dgn bnyk alasan, bergandeng tangan menembus badai, bersama mencari sinar mentari & pelangi
Rabu, 28 Oktober 2015
Let’s Fight Together!
Sejak pertengahan tahun ini Nyonya & saya bukan lagi seorang mama-papa
dari seorang Nduk Ayu saja tapi tanggung jawab kami bertambah karena dititipi
sepasang ABG kembar abang saya. Jadi anak kami sekarang ada 3.
Semuanya berawal dari kengeyelan si ABG kembar ini untuk kembali tinggal
bersama papanya. Memang ada masalah di balik itu, bahkan sempat melibatkan
psikolog & merepotkan sekolah asal, tapi semua ikerumitan itu pada akhirnya
bisa diuraikan dengan baik demi masa depan anak-anak ini sendiri.
Kategori:
Catatan Papa
Putri & Papa, bertemu & bersatu dgn bnyk alasan, bergandeng tangan menembus badai, bersama mencari sinar mentari & pelangi
Rabu, 21 Oktober 2015
Kesempatan Hidup Yang Kesekian
Setiap kali lepas dari ruang ICU saya seolah diberi berkat untuk sekali
lagi mendapat kesempatan melanjutkan hidup. Setelah sejak awal tahun lalu
berkali-kali harus mampir di ICU, yang terbaru saya alami adalah beberapa
minggu yang lalu.
Kategori:
Catatan Papa
Putri & Papa, bertemu & bersatu dgn bnyk alasan, bergandeng tangan menembus badai, bersama mencari sinar mentari & pelangi
Jumat, 11 September 2015
Rotasi September
September sudah berotasi 14 kali sejak kau terbang tinggi. Tanpa aku boleh menatap
wajahmu untuk yang terakhir kali. Sejak kita terpisah hingga kau harus pergi
meninggalkanku dalam abadi. Saat seharusnya kau membawaku dalam ingatan di sela
desah-desah nafas terakhirmu. Seharusnya saat ini aku datang untuk menabur
bunga di pusaramu. Sejak sebuah deretan tanggal yang tertera pada nisanmu bisa kusimpan dalam ingatanku. Tapi maafkan aku Pa. Aku sedang tak bisa.
Kategori:
Catatan Putri
Putri & Papa, bertemu & bersatu dgn bnyk alasan, bergandeng tangan menembus badai, bersama mencari sinar mentari & pelangi
Rabu, 12 Agustus 2015
Sketsa Alfabeta
Malamku senyap
Pagiku gelap
Siangku berawan
Senjaku seliris hujan
Kategori:
Fiksi Papa
Putri & Papa, bertemu & bersatu dgn bnyk alasan, bergandeng tangan menembus badai, bersama mencari sinar mentari & pelangi
Senin, 03 Agustus 2015
Evaporated
Intipan surya dari sela dedaunan meranggas
Menerangi setiap tawa yang memenuhi udara jelang senja
Kategori:
Fiksi Putri
Putri & Papa, bertemu & bersatu dgn bnyk alasan, bergandeng tangan menembus badai, bersama mencari sinar mentari & pelangi
Selasa, 21 Juli 2015
Buble Rasa Ingram
Libur lebaran artinya cuma betiga aja ngurusin rumah gegara ditinggal
asisten & sopir kesayangan yang pada mudik. Kadang yah jadi berempat sama
seorang penyusup yang dateng pergi sesuka hati *uhuuuuuk!* Tapi intinya tetep
aja sama: ngebabu & ngacung bareng-bareng.
Kategori:
Catatan Putri
Putri & Papa, bertemu & bersatu dgn bnyk alasan, bergandeng tangan menembus badai, bersama mencari sinar mentari & pelangi
Sabtu, 11 Juli 2015
ANAK: Buah Cinta, Buah Nafsu, Ato Cuma Simbol Kesempurnaan?
Jabatan gw blon naek jadi ortu. Gw masih seorang gadis imyut unyu-unyu
*bikin muntah aja ini sih!* yang masih butuh
tatih tayang MamPap. Tapi satu hal yang gak bole dilupain gw punya status
sebagai seorang anak.
Kategori:
Catatan Putri
Putri & Papa, bertemu & bersatu dgn bnyk alasan, bergandeng tangan menembus badai, bersama mencari sinar mentari & pelangi
Selasa, 30 Juni 2015
Uban
1.
Sudah beberapa hari belakangan ini
aku melihat ada yang berubah dari perilaku Marina – istriku. Ia menyambangi
depan cermin jauh lebih sering daripada biasanya. Bangun tidur, bercermin. Membelah-belah
uraian rambut di kepalanya. Sebelum tidur, bercermin juga. Melakukan hal yang
sama, membelah-belah uraian rambutnya. Belum lagi pada saat-saat lain ketika
kebetulan aku sedang berada di rumah dan memergokinya melakukan repetisi ritual
baru itu.
Kategori:
Fiksi Papa
Putri & Papa, bertemu & bersatu dgn bnyk alasan, bergandeng tangan menembus badai, bersama mencari sinar mentari & pelangi
Langganan:
Komentar (Atom)